Tantangan Bisnis di Era Digital Menurut Clarissa Tanoesoedibjo

Tantangan Bisnis di Era Digital Menurut Clarissa Tanoesoedibjo – Di era transformasi digital ini, kesuksesan bisnis hiburan tidak lagi ditentukan oleh pengalaman semata, melainkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan tren dan perilaku konsumen di dunia maya yang terus berevolusi.

Transformasi digital yang mengubah pola konsumsi masyarakat memaksa korporasi untuk melakukan inovasi menyeluruh dari strategi pemasaran digital serta pengembangan produk.

Pola Konsumsi Masyarakat

Tantangan Bisnis di Era Digital Menurut Clarissa Tanoesoedibjo

Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan bahwa saat ini pola konsumsi masyarakat telah berubah, terdapat peningkatan konsumsi konten pendek dan lebih interaktif. Hal itu yang mendorong perseroan untuk fokus ke segmen bisnis tersebut.

Di samping itu, jenis konten yang diminati masyarakat semakin beragam, hal itu mendorong perseroan untuk mencari sumber pendapatan yang baru selain yang sebelumnya yaitu subscription sama advertising. 

“Sekarang kami melihat market drama shorts ini yang berpotensi besar,” imbuh Clarissa.

MNC Digital Fokus Pendapatan pelanggan Berbayar

Tantangan Bisnis di Era Digital Menurut Clarissa Tanoesoedibjo

Adapun PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) akan berfokus pada subscription atau pendapatan dari pelanggan berbayar. Kemudian, akan berfokus pada advertising melalui Ads Revenue.

Serta, melalui licensing dengan mendistribusikan hak siar atau hak lisensi konten-konten yang diproduksi perseroan ke sejumlah negara.

Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada produksi dan lisensi konten-konten berdurasi pendek, seperti short drama. Alasannya, format konten tersebut tengah digandrungi di banyak negara seperti Cina.

Dalam hal ini, MSIN sudah mengumpulkan konten-konten lama milik perseroan dan akan diformat ulang dengan durasi yang lebih pendek. Setelah itu, perseroan juga akan melisensikan produk konten tersebut ke negara lain.