Clarissa Beberkan Tantangan Bisnis Era Digital

Clarissa Beberkan Tantangan Bisnis Era DigitalClarissa Tanoesoedibjo mengungkap sejumlah tantangan besar yang dihadapi pelaku bisnis di era digital, mulai dari disrupsi teknologi hingga perlunya adaptasi cepat.

Pola Konsumsi Masyarakat

Clarissa Beberkan Tantangan Bisnis Era Digital

Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo menyampaikan bahwa saat ini pola konsumsi masyarakat telah berubah, terdapat peningkatan untuk konsumsi konten pendek dan lebih interaktif. Hal itu yang mendorong perseroan untuk fokus ke segmen bisnis tersebut.

“Secara sifat dan juga preference dari pengiklan itu juga sudah shifting ke digital dan itu menciptakan peluang untuk kami ke depannya,” kata Clarissa saat ditemui di Gedung BEI Jakarta pada Kamis (20/3).

Perusahaan mencari sumber pendapatan baru selain langganan dan iklan karena beragamnya jenis konten yang diminati masyarakat.

“Sekarang kami melihat market drama shorts ini yang berpotensi besar,” imbuh Clarissa.

MNC Digital Fokus Pendapatan pelanggan Berbayar

Clarissa Beberkan Tantangan Bisnis Era Digital

Adapun PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) akan berfokus pada subscription atau pendapatan dari pelanggan berbayar. Kemudian, akan berfokus pada advertising melalui Ads Revenue. Serta, melalui licensing dengan mendistribusikan hak siar atau hak lisensi konten-konten yang diproduksi perseroan ke sejumlah negara.

Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada produksi dan lisensi konten-konten berdurasi pendek, seperti short drama. Alasannya, format konten tersebut tengah digandrungi di banyak negara seperti Cina.

Dalam hal ini, MSIN sudah mengumpulkan konten-konten lama milik perseroan dan akan diformat ulang dengan durasi yang lebih pendek. Setelah itu, perseroan juga akan melisensikan produk konten tersebut ke negara lain.